Atap Galvalume

Perbedaan Atap Spandek dan Atap Gelombang Galvalume

28 Januari 2026

Perbedaan Atap Spandek dan Atap Gelombang Galvalume
Kembali ke Artikel

Atap gelombang dan atap spandek sama-sama terbuat dari material galvalume, tetapi memiliki bentuk profil dan karakter tampilan yang berbeda. Memahami perbedaannya membantu toko bangunan dan kontraktor memberi rekomendasi yang tepat kepada pelanggan.

Atap gelombang memiliki profil bergelombang klasik yang sudah dikenal luas di Indonesia sejak lama. Bentuknya membuat atap ini fleksibel dipasang pada berbagai kemiringan dan cocok untuk bangunan rumah tinggal, gudang, hingga ruko dengan anggaran yang lebih ekonomis.

Atap spandek memiliki profil trapesium dengan rusuk tegas dan garis yang lebih rapi. Desain ini memberikan kesan lebih modern dan membantu aliran air hujan mengalir lebih cepat, sehingga sering dipilih untuk bangunan komersial, pabrik, dan rumah dengan desain kontemporer.

Dari sisi pemasangan, kedua produk relatif serupa dan sama-sama ringan dibanding material atap tradisional. Perbedaan utama umumnya terletak pada preferensi tampilan akhir bangunan dan kebutuhan aliran air pada kemiringan atap tertentu.

Kapuas Steel memproduksi kedua profil ini dengan ketebalan 0,20–0,35 mm dan enam pilihan warna, sehingga toko bangunan dapat menyesuaikan stok dengan kebutuhan proyek pelanggan, baik untuk rumah tinggal maupun bangunan komersial.

Punya pertanyaan seputar produk atau proyek Anda?

Ajukan Penawaran

Artikel Terkait

Baca Juga

Tips Memilih Ketebalan Atap Galvalume untuk Cuaca Tropis
Atap Galvalume·24 Februari 2026

Tips Memilih Ketebalan Atap Galvalume untuk Cuaca Tropis

Cuaca tropis Kalimantan Barat menuntut pertimbangan ketebalan atap yang tepat. Simak panduan singkatnya.

Baca Artikel
Chat WhatsApp