Atap Galvalume
Tips Memilih Ketebalan Atap Galvalume untuk Cuaca Tropis
24 Februari 2026

Wilayah tropis seperti Kalimantan Barat memiliki curah hujan tinggi, suhu panas yang konsisten, dan kelembapan udara yang tinggi sepanjang tahun. Kondisi ini membuat pemilihan ketebalan atap galvalume menjadi pertimbangan penting, bukan hanya soal harga.
Untuk bangunan rumah tinggal dengan bentang atap standar, ketebalan 0,20–0,25 mm umumnya sudah mencukupi dan lebih ekonomis. Namun untuk bangunan dengan bentang atap lebih lebar seperti gudang atau ruko dua lantai, ketebalan 0,30–0,35 mm lebih disarankan agar atap lebih tahan terhadap beban angin dan hujan deras.
Selain ketebalan, pastikan material memiliki lapisan galvalume yang merata di seluruh permukaan. Lapisan yang tidak merata dapat mempercepat munculnya karat, terutama di area sambungan atau lubang paku yang sering terkena air hujan secara langsung.
Pertimbangkan juga warna atap. Warna yang lebih terang cenderung memantulkan panas lebih baik dibanding warna gelap, sehingga dapat membantu menjaga suhu ruangan di bawah atap tetap lebih sejuk pada siang hari.
Kapuas Steel menyediakan atap gelombang dan atap spandek dengan ketebalan 0,20 hingga 0,35 mm serta enam pilihan warna, sehingga toko bangunan dapat merekomendasikan ketebalan yang sesuai dengan jenis dan ukuran bangunan pelanggan.
Punya pertanyaan seputar produk atau proyek Anda?
Ajukan PenawaranArtikel Terkait
Baca Juga

Perbedaan Atap Spandek dan Atap Gelombang Galvalume
Dua profil atap galvalume paling populer di Indonesia ini punya karakter berbeda. Kenali perbedaannya sebelum menentukan pilihan.
Baca Artikel